SATU detik kelengahan di jalan bisa mengubah kendaraan Anda menjadi besi rongsokan bernilai nol.
Inilah realitas yang tak banyak disadari: risiko berkendara di Indonesia jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Data dari Korlantas Polri menunjukkan lebih dari 100.000 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2023.
Banjir di perkotaan, pencurian kendaraan, serta jalan rusak yang mengintai di hampir setiap sudut kota—semuanya menambah beban kecemasan.
Sayangnya, banyak dari kita masih berpikir bahwa asuransi kendaraan adalah formalitas.
Padahal, ini bukan soal kepercayaan buta, melainkan perlindungan finansial atas aset yang nilainya tak sedikit.
Pahami Dulu, Baru Lindungi: TLO dan Komprehensif
Asuransi Total Loss Only: Murah Tapi Terbatas. Asuransi TLO (Total Loss Only) hanya menanggung kerusakan berat—jika kerusakan mencapai 75% atau kendaraan hilang karena pencurian.
Ini cocok bagi kendaraan yang sudah cukup berumur atau nilai pasarnya tidak lagi tinggi, namun ingat, TLO tidak akan mengganti kerugian akibat baret ringan, penyok, atau insiden kecil lainnya.
Murah memang, tapi bisa jadi mahal saat kejadian tak terduga menimpa.
Asuransi Komprehensif: Luas Tapi Perlu Cermat
Jika kendaraan Anda masih tergolong baru, apalagi dibeli secara kredit, maka asuransi komprehensif adalah keharusan.
Baca Juga:
CGTN:Langkah Tiongkok Memperkuat Industri Unggulan Pedesaan guna Mendorong Revitalisasi Pedesaan
Coda Luncurkan Kampanye Regional untuk Cegah Penipuan Daring bagi Pemain Gim
Jenis ini menanggung kerusakan ringan hingga total, termasuk perluasan perlindungan seperti: kerusakan akibat banjir atau gempa.
Juga kerusuhan dan huru-hara, Terorisme dan sabotase, Kecelakaan diri pengemudi (personal accident).
Namun jangan lengah. Tidak semua polis komprehensif otomatis menanggung semuanya.
Perhatikan daftar pengecualian, baca setiap klausul, karena banyak nasabah yang merasa “ditipu” padahal sebenarnya hanya malas membaca.
Legalitas Itu Nyawa: Cek Langsung di OJK
Hindari Asuransi Ilegal Bermodal Brosur Mewah. Masih banyak masyarakat tertipu oleh agen asuransi gadungan yang bermodal seragam rapi dan janji manis.
Padahal, legalitas perusahaan adalah fondasi utama. Selalu pastikan asuransi Anda terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga:
Buka www.ojk.go.id, cari nama perusahaan, dan pastikan statusnya resmi. Jika tidak terdaftar, jangan lanjutkan transaksi.
Rekam Jejak Lebih Penting dari Sekadar Promosi
Reputasi tidak dibangun dari iklan televisi atau media sosial semata. LIhat seberapa lama perusahaan beroperasi.
Tinjau kondisi keuangannya. Periksa ulasan di berbagai platform, dari situs berita hingga forum pengguna.
Sompo Insurance, misalnya, telah berdiri lebih dari 45 tahun di Indonesia dan merupakan bagian dari Sompo Holdings Jepang yang telah beroperasi selama satu abad.
Produk AutoFirst, menjadi salah satu contoh asuransi kendaraan dengan cakupan luas dan jaringan bengkel lebih dari 600 mitra resmi dan umum di seluruh Indonesia.
Klaim Bukan Drama: Pilih yang Jelas Prosedurnya
Menurut Budiman Santoso, Senior EVP of Sales Sompo Insurance: “Perusahaan asuransi hanya memproses klaim sesuai polis yang ditandatangani, bukan informasi dari agen atau media sosial.”
Klaim adalah proses hukum, bukan basa-basi. Maka pastikan Anda paham betul isi polis: dari syarat pengajuan, dokumen yang dibutuhkan, hingga waktu penyelesaian.
Jaringan Bengkel Menjadi Penentu Nyaman atau Ribetnya Layanan
Apa gunanya punya polis mahal jika saat butuh perbaikan Anda harus antre berhari-hari?
Pilih perusahaan yang punya jaringan bengkel luas dan kredibel. Sompo Insurance, misalnya, punya lebih dari 600 bengkel rekanan yang tersebar dari kota besar hingga wilayah kabupaten.
Ini artinya, saat musibah terjadi, Anda tidak perlu bingung cari tempat perbaikan.
Langkah Bijak Memilih Asuransi Kendaraan
1. Pastikan legalitas perusahaan di OJK. Jangan asal percaya logo atau embel-embel “terpercaya”.
2. Sesuaikan jenis asuransi dengan nilai dan usia kendaraan. Gunakan TLO untuk kendaraan lama, komprehensif untuk kendaraan baru atau kredit.
3. Baca seluruh isi polis, termasuk pengecualian. Jangan tanda tangan jika Anda tidak paham.
4. Cek reputasi dan ulasan dari pelanggan lain. Media sosial bisa jadi sumber transparansi.
5. Pastikan ada jaringan bengkel yang luas dan proses klaim yang efisien. Tanyakan prosedur klaim dan waktu pencairan secara spesifik.***













