Pengisian bahan bakar bioetanol reguler dimulai di Pelabuhan Santos

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 1 November 2026 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fase baru ini menyusul adanya operasi perintis yang dilaksanakan pada bulan Juli melalui kemitraan antara Copersucar, CMA CGM, Bunker One, AGEO Terminais, Santos Brasil, dan Otoritas Pelabuhan Santos sekaligus memperkuat potensi Brasil dalam dekarbonisasi pelayaran internasional.

SAO PAULO, 1 November 2026 /PRNewswire/ — Copersucar, perusahaan pemimpin global di sektor gula dan bioetanol; CMA CGM, pemain global dalam solusi transportasi laut, darat, udara, serta logistik; Bunker One, anak perusahaan dari grup Bunker Holding asal Denmark yang merupakan pemimpin global dalam perdagangan bahan bakar kapal (bunker); dan Otoritas Pelabuhan Santos (APS) mengumumkan dimulainya operasional pengisian bahan bakar bioetanol reguler bagi kapal-kapal di Pelabuhan Santos.

Agreement signing: from left, Giovani Grassi, CEO of CMA CGM Brazil; Tomás Manzano, President of Copesucar; and Flavio Ribeiro, CEO of Bunker One LatAm.
Agreement signing: from left, Giovani Grassi, CEO of CMA CGM Brazil; Tomás Manzano, President of Copesucar; and Flavio Ribeiro, CEO of Bunker One LatAm.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasional pertama berlangsung minggu ini, pada tanggal 19 Oktober, dengan pengisian bahan bakar untuk CMA CGM IRON, sebuah kapal kontainer berkapasitas 13.000 TEU yang dilengkapi dengan mesin tiga jenis bahan bakar pertama di dunia yang tersertifikasi untuk beroperasi menggunakan bioetanol: Everllence-B&W G95ME-C10.5-LGIM.

Operasi ini menandai peralihan dari tahap perintisan menuju model pasokan bioetanol rutin, sekaligus menempatkan Pelabuhan Santos dan Brasil sebagai salah satu pusat pengisian bahan bakar rendah karbon terkemuka. Menjelang akhir tahun ini, rencananya akan ada sejumlah operasional pengisian bahan bakar tambahan untuk kapal-kapal CMA CGM menggunakan bioetanol yang dipasok oleh Copersucar.

"Menyusul operasi pertama yang dilaksanakan pada bulan Juli, kini kami melangkah ke fase baru, yang menunjukkan bahwa bioetanol dapat diintegrasikan ke dalam operasi maritim secara aman, andal, dan dalam skala komersial. Inisiatif ini memperkuat komitmen CMA CGM untuk mempercepat penerapan solusi rendah karbon serta mendukung pengembangan ekosistem energi baru bagi sektor maritim," ujar Giovani Grassi, CEO CMA CGM Brasil.

Bioetanol yang dipasok oleh Copersucar berasal dari rantai produksi yang telah mapan dan bersertifikat. Budidaya tebu meluas terutama ke lahan padang rumput yang telah terdegradasi, sementara program RenovaBio menetapkan kriteria keberlanjutan yang ketat serta ketentuan nol deforestasi.

Peluang pasar tersebut memperkuat potensi inisiatif ini. Permintaan global untuk bahan bakar kapal melebihi 270 miliar liter per tahun. Dengan mempertimbangkan kesetaraan energi antarbahan bakar, penggantian sebesar 10% dari konsumsi ini saja dapat menciptakan potensi pasar tambahan sekitar 50 miliar liter bioetanol per tahun.

"Inisiatif ini menandai tonggak pencapaian untuk bioetanol dan sektor maritim: inisiatif ini membentuk koridor ramah lingkungan pertama di dunia untuk pengisian bahan bakar bioetanol bagi kapal, sekaligus membuka pasar akhir global yang baru untuk bahan bakar tersebut. Melalui inisiatif ini, Copersucar memfasilitasi penggunaan bioetanol dalam kegiatan komersial reguler dengan menghubungkan kapasitas produksi dan infrastruktur logistik Brasil dengan permintaan internasional akan dekarbonisasi. Hal ini menandai dimulainya babak pertumbuhan baru bagi sektor tersebut, dengan solusi terbarukan yang telah menawarkan ketersediaan, skala, dan daya saing yang diperlukan untuk memajukan transportasi maritim," ujar Tomás Manzano, presiden Copersucar.

Operasional pengisian bahan bakar mencakup upaya terkoordinasi dari beberapa mitra, yang menghubungkan tahapan produksi, transportasi, penyimpanan, hingga pengisian bahan bakar. Bioetanol yang diproduksi oleh pabrik-pabrik yang berafiliasi dengan Copersucar dipasok dan diangkut ke Pelabuhan Santos oleh Evolua Etanol, yaitu sebuah perusahaan yang merupakan bagian dari ekosistem Copersucar untuk kemudian disimpan oleh AGEO Terminais. Infrastruktur logistik ini memungkinkan penyediaan bahan bakar hayati untuk pengisian bahan bakar kapal.

Pada tahap pengisian bahan bakar yang berlangsung di terminal Santos Brasil, Bunker One telah mengembangkan protokol perintis untuk wilayah Amerika Latin setelah melalui studi selama berbulan-bulan serta pelatihan tim khusus dengan mempertimbangkan karakteristik titik nyala yang rendah dari bahan bakar tersebut.

Bagi Antônio Carlos Sepúlveda, CEO Santos Brasil, pelaksanaan operasi di Tecon Santos semacam ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap pengembangan logistik yang berkelanjutan di Brasil. "Kami telah berupaya sekuat tenaga untuk mengurangi jejak karbon dari kegiatan operasional kami maupun kegiatan operasional pelanggan kami. Berkontribusi pada transisi energi di sektor maritim juga merupakan bagian dari agenda ini," ujarnya.

"Brasil telah menyadari potensi bioetanol ini selama beberapa dekade. Kini, kami menghadirkan pengalaman tersebut ke dalam sektor pelayaran internasional, dengan memadukan kapasitas produksi Brasil serta keahlian dan jangkauan global yang dimiliki Bunker One. Dengan memimpin inisiatif ini, Pelabuhan Santos memosisikan dirinya sebagai destinasi strategis bagi para pemilik kapal yang berupaya mengurangi emisi mereka, di saat pasar lain masih dalam proses pengembangan regulasi untuk jenis pengisian bahan bakar ini," ujar Flavio Ribeiro, CEO Bunker One LatAm.

Menurut Anderson Pomini, presiden Otoritas Pelabuhan Santos (APS), "APS beserta seluruh mitra yang terlibat dalam operasional ini telah menorehkan sejarah dalam pelayaran global dan perdagangan maritim internasional yang merupakan sektor yang mencakup lebih dari 90% transaksi perdagangan dunia dengan menjadi pelopor dalam pengisian bahan bakar kapal menggunakan bioetanol. Ini merupakan langkah penentu menuju era baru pembangunan berkelanjutan. Kami sangat senang dan bangga telah mencapai tonggak pencapaian ini."

Prospek pertumbuhan pasar ini juga berkaitan dengan perkembangan armada maritim global. Menurut Det Norske Veritas (DNV), saat ini sudah terdapat 159 kapal yang beroperasi dengan mesin yang siap menggunakan metanol yang juga dapat memanfaatkan bioetanol dan lebih dari 450 kapal baru yang dilengkapi dengan teknologi ini diperkirakan akan diserahterimakan paling lambat tahun 2030, yang diharapkan dapat memperluas potensi pasar bioetanol secara pesat.

Berita Terkait

Jereh Luncurkan Saturn™, Solusi Pembangkit Listrik yang Lebih Efisien
Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri
Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran
“Unleash Your Edge”: ZHITAI Gandeng Phantom Blade Zero, Perkuat Ekspansi Global Lewat Kolaborasi Strategis
The Ritz-Carlton, Bali Perkuat Komitmen terhadap Kemewahan yang Bertanggung Jawab melalui Sertifikasi Green Key
Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton
Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:56 WIB

Jereh Luncurkan Saturn™, Solusi Pembangkit Listrik yang Lebih Efisien

Minggu, 1 November 2026 - 04:56 WIB

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 November 2026 - 02:31 WIB

Pengisian bahan bakar bioetanol reguler dimulai di Pelabuhan Santos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:01 WIB

“Unleash Your Edge”: ZHITAI Gandeng Phantom Blade Zero, Perkuat Ekspansi Global Lewat Kolaborasi Strategis

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB