Lewat Program Promosi Terbaru untuk Segmen Food Service, Kerry Asia Tenggara Soroti Rasa Buah Sitrun dan Rempah-Rempah sebagai Penggerak Inovasi Menu di Seluruh Asia

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

SINGAPURA, 9 Januari 2026 /PRNewswire/ — Perpaduan cita rasa buah sitrun dan rempah-rempah yang sebelumnya identik dengan jajanan kaki lima dan masakan rumahan, kini semakin mudah ditemui dalam menu restoran cepat saji (quick service restaurants/QSR) dan minuman. Tren ini mencerminkan selera konsumen terhadap cita rasa yang kuat namun seimbang, serta menjadi fokus utama dalam program promosi terbaru Kerry di segmen food service.

For food service operators, citrus and spice profiles offer exceptional range. Citrus lifts fried or grilled proteins, while spice adds emotional warmth and depth, making the pairing ideal for limited time offers and cross-category menu innovation
For food service operators, citrus and spice profiles offer exceptional range. Citrus lifts fried or grilled proteins, while spice adds emotional warmth and depth, making the pairing ideal for limited time offers and cross-category menu innovation

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Mintel GNPD (2023–2025) menunjukkan, produk dengan kombinasi rasa pedas-masam (spicy-citrus) di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan tahun majemuk (CAGR) sebesar 42%, jauh melampaui banyak tren cita rasa lain. Secara global, peluncuran produk baru dengan cita rasa spicy meningkat 22%. Tren chili–lime sangat mudah ditemui dalam kategori produk camilan, saus, dan produk siap saji (ready-to-eat). Momentum ini juga tecermin dari nilai pasar: nilai pasar ghost pepper salsa di Asia Pasifik kini mencapai USD 210 juta dengan CAGR sebesar 9,1% hingga 2033. Di sisi lain, nilai pasar produk yang memadukan bahan acar jalapeño dengan rasa limau dan spicy-citrus diproyeksikan mencapai USD 2,13 miliar pada tahun yang sama.

"Data ini mencerminkan pengaruh selera konsumen terhadap menu makanan," ujar Angeline Ho, Marketing Lead, Food Service Chains, Asia Tenggara, Kerry Group. "Di Asia, konsumen menyukai rasa makanan yang menggugah namun tetap bersih, kuat namun familiar. Perpaduan rasa buah sitrun dan rempah-rempah sangat digemari, sebab memberikan kontras yang seimbang: kesegaran yang menandingi cita rasa kompleks, serta sensasi pedas yang memberi energi tanpa berlebihan. Dari sudut pandang food service, keunggulan tersebut merupakan kombinasi yang sangat praktis dan mudah diterapkan untuk berbagai jenis masakan, format produk, dan segmen harga."

Daya tarik rasa buah sitrun dan rempah-rempah telah mengakar kuat dalam tradisi kuliner Asia Tenggara. Sajian tom yum dan som tum dari Thailand menunjukkan keseimbangan antara rasa jeruk nipis, cabai, dan aneka herba; masakan Vietnam juga memanfaatkan lemon, asam jawa, dan cabai sebagai dasar hidangan yang lebih ringan; Indonesia memadukan cita rasa jeruk nipis, jahe, cengkeh, dan cabai untuk menciptakan hidangan yang kaya rasa dan aromatik; sedangkan, Filipina menggunakan calamansi dan cabai untuk memberikan kesegaran pada hidangan gurih. Singapura dan Malaysia terus menafsirkan kembali cita rasa sambal dan buah sitrun dengan sentuhan modern, seperti gula melaka dan garam jeruk hitam, sehingga memadukan tradisi dengan inovasi masa kini.

Sosok chef dan pengusaha restoran asal Malaysia yang sukses meraih berbagai penghargaan, Yenni Law, salah satu pendiri @meatfeds serta pemenang Le Cordon Bleu Ribbon ASEAN Award 2025, menyoroti makna kultural di balik tren tersebut. "Di Asia, kita memiliki rempah-rempah dan herba yang serupa, dan makanan adalah bahasa yang menyatukan kita. Perpaduan rasa buah sitrun dan rempah-rempah menghadirkan keutuhan dan keharmonisan dalam sebuah hidangan," ujarnya.

Bagi pelaku industri food service, profil rasa buah sitrun dan rempah-rempah menawarkan fleksibilitas yang luas. Rasa buah sitrun mampu memberikan kesegaran pada bahan protein yang digoreng atau dipanggang, sedangkan rempah-rempah menambahkan kehangatan dan kedalaman rasa sehingga kombinasi ini ideal untuk menu edisi terbatas, serta inovasi menu lintaskategori. Kombinasi populer seperti jeruk nipis dan cabai, jeruk dan cabai, serta calamansi dan cabai kini semakin banyak digunakan, baik dalam makanan maupun minuman.

Seiring meningkatnya ekspektasi terhadap cita rasa, perhatian terhadap sumber bahan dan keberlanjutan juga semakin penting. Sebanyak 70% konsumen global lebih memilih brand yang benar-benar berkomitmen terhadap isu keberlanjutan, penggunaan bahan buah sitrun dan rempah-rempah yang dipasok secara bertanggung jawab, serta didukung transparansi dan traceability, menjadi faktor-faktor penting dalam pengembangan menu.

Ketika Asia Pasifik terus memengaruhi tren food service global, rasa buah sitrun dan rempah-rempah tampil sebagai wujud keseimbangan, budaya, dan inovasi. Dengan demikian, perpaduan rasa ini menjadi elemen utama dalam evolusi menu di kawasan tersebut.

Berita Terkait

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED
Chief Investment Officer, Global Equity, E Fund HK – Jeff Li Soroti “Tiga Perubahan Besar” di Ajang Bloomberg Invest Hong Kong 2026
Pendapatan Lockton Meningkat Menjadi $4,5 Miliar Pada Tahun Fiskal 2026
Castrol Superbike Fest 2026 Satukan Lebih dari 2.300 Pengendara Motor di Asia Pasifik dalam Semangat “One Ride, One Connection”
Melesat 22 Posisi, Huasun Tercantum pada Peringkat Ke-12 dalam Daftar “World’s Top GreenTech Companies 2026” versi TIME Berkat Kepercayaan Pasar terhadap Teknologi HJT
Berpartisipasi di Ajang Automotive Manufacturing 2026 Bangkok, Leetx Pamerkan Teknologi Perakitan Terintegrasi yang Dikembangkan secara Independen
Spinnaker Support Percepat Ekspansi di Asia Pasifik Dan Menunjuk Vivek Pruthi Sebagai Managing Director di Kawasan Ini
ANBC Membawa Keahlian Brasil Di Bidang Inovasi, Kepercayaan, dan Penggunaan Data Ke Konferensi Industri Kredit Internasional di Filipina

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:47 WIB

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:26 WIB

Chief Investment Officer, Global Equity, E Fund HK – Jeff Li Soroti “Tiga Perubahan Besar” di Ajang Bloomberg Invest Hong Kong 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:02 WIB

Pendapatan Lockton Meningkat Menjadi $4,5 Miliar Pada Tahun Fiskal 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:27 WIB

Castrol Superbike Fest 2026 Satukan Lebih dari 2.300 Pengendara Motor di Asia Pasifik dalam Semangat “One Ride, One Connection”

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:41 WIB

Melesat 22 Posisi, Huasun Tercantum pada Peringkat Ke-12 dalam Daftar “World’s Top GreenTech Companies 2026” versi TIME Berkat Kepercayaan Pasar terhadap Teknologi HJT

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB