Pertama di AS, Texas Cardiac Arrhythmia Institute di St. David’s Medical Center mengimplan elektroda Defibrilator Kardioverter Implan (ICD) baru yang disetujui oleh FDA.

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 2 Februari 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi baru ini adalah elektroda defibrilasi yang diberikan melalui kateter dan terkecil di dunia.

AUSTIN, Texas, 2 Februari, 2026 /PRNewswire/ — Belum lama ini, para ahli elektrofisiologi di Texas Cardiac Arrhythmia Institute (TCAI) di St. David’s Medical Center menjadi yang pertama di A.S. yang mengimplan elektroda defibrilasi baru yang disetujui FDA, yakni kabel berinsulasi khusus yang terhubung ke perangkat Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) atau Cardiac Resynchronization Therapy (CRT-Ds) ke jantung dan memperbaiki irama yang tidak normal. Elektroda defibrilasi ini terkecil di dunia dan dilakukan melalui kateter untuk pemberian dan penempatan yang akurat di ventrikel kanan.

Prosedur pertama dilakukan pada bulan Januari oleh Robert Canby, M.D., dan Amin Al-Ahmad, M.D., ahli elektrofisiologi jantung klinis di TCAI. 7. Dr. Canby juga berpartisipasi dalam uji coba yang mendapatkan persetujuan FDA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Keamanan dan efektivitas adalah yang terpenting saat merawat pasien. Dengan teknologi baru ini, kami dapat mencapai kedua hal tersebut dengan lebih akurat," kata Andrea Natale, M.D., F.H.R.S., F.A.C.C., F.E.S.C., ahli elektrofisiologi jantung dan Direktur Medis Eksekutif di TCAI. "Pencapaian ini membuktikan bahwa Texas Cardiac Arrhythmia Institute terus melakukan gebrakan inovasi yang akan meningkatkan hasil dan akses ke perawatan yang menyelamatkan nyawa."

Elektroda mendeteksi detak jantung dan mengirimkan sinyal ke perangkat implan, yang kemudian memberikan terapi untuk memperbaiki atau menghentikan irama yang terlalu cepat, atau disebut aritmia, yang bisa mengakibatkan henti jantung mendadak. Elektroda ICD yang ada memiliki diameter lebih besar sehingga meningkatkan risiko komplikasi di kemudian hari.

Menurut Journal of the American Heart Association, kurang lebih 12,1 juta warga AS diperkirakan akan mengalami fibrilasi atrium pada tahun 2030. Fibrilasi atrium adalah aritmia yang paling sering dialami.

TCAI adalah Pusat Elektrofisiologi mutakhir yang dilengkapi enam laboratorium berteknologi canggih. Di TCAI, sekelompok ahli elektrofisiologi jantung ternama – dipimpin oleh Dr. Natale, ahli elektrofisiologi jantung yang terkenal di dunia – melakukan banyak sekali prosedur elektrofisiologi paling kompleks.

Berita Terkait

Liaoning: Tempat Ketangguhan Industri Bertemu Alam Liar yang Belum Terjamah
West The Sale Kembali Hadir, Sambut Libur Hari Nasional Singapura, Tawarkan Diskon hingga 90% di IMM dan Westgate
GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN
BAW Resmi Masuk ke Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia di GIIAS 2026
Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen
EVALUE, Operator SPKLU Terbesar di Taiwan, Ekspansi ke Indonesia dan Resmikan Kantor di Jakarta
HNS 2026 | Huawei Luncurkan Solusi Xinghe AI Campus Terbaru untuk Afrika Bagian Selatan
Waaree Renewable Technologies Limited Tandatangani Perjanjian ECI Untuk Memasuki Pasar Energi Terbarukan di Australia dan Selandia Baru

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:50 WIB

Liaoning: Tempat Ketangguhan Industri Bertemu Alam Liar yang Belum Terjamah

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:18 WIB

West The Sale Kembali Hadir, Sambut Libur Hari Nasional Singapura, Tawarkan Diskon hingga 90% di IMM dan Westgate

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:21 WIB

GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

BAW Resmi Masuk ke Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:08 WIB

Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen

Rabu, 29 Jul 2026 - 04:08 WIB