Saham Bank Mayapada Rontok 50%, Tahir Bungkam, Pasar Bertanya

Kejatuhan harga saham MAYA bukan sekadar koreksi biasa. Di balik diamnya manajemen, investor menduga ada sinyal aksi korporasi yang belum terungkap.

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor pusat Bank Mayapada yang kini jadi sorotan setelah sahamnya rontok tajam sepanjang 2025. (Dok. bankmayapada.com)

Kantor pusat Bank Mayapada yang kini jadi sorotan setelah sahamnya rontok tajam sepanjang 2025. (Dok. bankmayapada.com)

PADA 29 Juli 2025, saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (kode saham: MAYA) kembali ditutup melemah di level Rp184 per saham, turun 1,6% dalam sehari dan anjlok lebih dari 50% sejak Maret 2024.

Namun bukan penurunan tajam yang membuat pasar bergolak, melainkan respons perusahaan yang cenderung pasif dan normatif: tidak ada aksi korporasi, tidak ada informasi material, dan tidak ada rencana dalam waktu dekat.

Respons ini dikirim ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat resmi bernomor S-08606/BEI.PP2/07-2025, yang sebenarnya adalah permintaan klarifikasi atas volatilitas harga saham MAYA yang mencolok dalam beberapa pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor besar menahan napas. Retail trader ramai di forum. Dan rumor pun mulai beredar—apakah ini hanya koreksi teknikal, atau tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan?

MAYA Belum Bergerak, Saat Kompetitor Sudah Lari Jauh

Sementara manajemen MAYA menyatakan tidak ada aktivitas signifikan dari pemegang saham pengendali maupun rencana aksi korporasi, pasar justru melihat ketidaksiapan menghadapi dinamika industri perbankan digital yang bergerak cepat.

Bandingkan dengan PT Bank Jago Tbk. (ARTO), yang sukses mengubah persepsi pasar terhadap bank digital melalui ekosistem fintech berbasis konsumen.

Atau lihat Bank Neo Commerce (BBYB), yang walaupun terus merugi, tetap menarik investor lewat narasi teknologi dan inklusi finansial.

Sedangkan MAYA? Masih berkutat pada layanan konvensional, minim integrasi digital, dan komunikasi publik yang monoton.

Dalam lanskap industri yang menuntut inovasi, diam bukanlah strategi.

Siapa Sebenarnya Dato’ Sri Tahir, Pengendali MAYA?

Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA adalah tokoh legendaris dalam dunia bisnis dan filantropi.

Lahir di Surabaya pada 1952, ia adalah pendiri Mayapada Group, konglomerasi yang memiliki portofolio di sektor perbankan, properti, layanan kesehatan, dan media.

Melalui entitas PT Mayapada Karunia, Tahir menjadi pemegang saham pengendali Bank Mayapada.

Ia juga dikenal sebagai donatur tetap dari Bill & Melinda Gates Foundation dan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak era Presiden Joko Widodo.

Namun, kepemimpinan visioner di ranah sosial tidak selalu sejalan dengan manajemen risiko pasar modal.

Dalam konteks MAYA, publik belum melihat adanya langkah proaktif dari Tahir untuk merespons tekanan harga saham yang bisa berdampak pada kepercayaan jangka panjang terhadap brand dan bank itu sendiri.

Asal Usul, Model Bisnis, dan Pangsa Pasar Bank Mayapada

Didirikan pada 7 September 1989, PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) memulai operasional sebagai bank swasta nasional yang fokus pada segmen komersial dan konsumer.

Berkantor pusat di Jakarta, MAYA mengandalkan jaringan cabang, layanan perbankan konvensional, dan pembiayaan korporasi sebagai motor utama bisnisnya.

Namun, dalam laporan keuangan tahun buku 2024, MAYA mencatat total aset sebesar Rp46,3 triliun, turun tipis 1,2% dibanding tahun sebelumnya.

Laba bersih setelah pajak stagnan di level Rp148 miliar, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto mencapai 3,7%.

Jika dibandingkan dengan industri perbankan Indonesia yang mencatat rata-rata pertumbuhan laba 12–15% per tahun dan NPL di bawah 3%, kinerja ini cukup mengkhawatirkan.

Dalam lanskap kompetitif, pangsa pasar MAYA sangat kecil.

Ia kalah bersaing di segmen retail dibanding BCA, terlalu konservatif untuk masuk pasar digital seperti Jago, dan belum memiliki kekuatan pendanaan yang fleksibel seperti BNI atau BRI.

Di Balik Ketertutupan, Apa Sebenarnya Rencana Bisnis MAYA?

Sejumlah analis pasar meyakini bahwa di balik respons “tidak ada aksi korporasi dalam waktu dekat”, MAYA sejatinya sedang menghadapi dilema besar: melakukan aksi korporasi (right issue atau merger), atau tetap bertahan dalam struktur eksisting yang stagnan.

“Kalau bukan aksi korporasi, kenapa harga saham bisa volatil seperti ini?” ujar seorang analis senior dari perusahaan sekuritas swasta.

Sinyal lainnya datang dari perubahan struktur modal dan kepemilikan saham dalam dua kuartal terakhir, di mana beberapa investor institusi terpantau mengurangi eksposur pada saham MAYA.

Ada pula rumor yang menyebutkan kemungkinan masuknya investor strategis dari Tiongkok, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi.

Daftar 15 Pemegang Saham Terbesar Bank Mayapada (per Juni 2025)

1. PT Mayapada Karunia – 26,42%
2. Dato’ Sri Tahir – 13,68%
3. PT Mayapada Kasih – 11,02%
4. Galasco Investment Ltd. (British Virgin Islands) – 9,30%
5. Clearstream Banking S.A. – 4,80%

6. Bank of Singapore Ltd. – 3,50%
7. Koperasi Pegawai Mayapada – 2,80%
8. PT Indolife Pensiontama – 2,50%
9. Citibank N.A. (CBNA – Custodian) – 2,20%

10. UOB Kay Hian Private Limited – 1,60%
11. Public Investors (Domestik) – 1,40%
12. Public Investors (Asing) – 1,35%
13. PT Siloam Medika Internasional – 1,20%
14. Mayapada Foundation – 1,05%
15. BNP Paribas Securities Services – 0,98%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Didukung Fundamental Kuat dan Berbagai Katalis Positif, Investor Global Naikkan Target Price BBRI
Dorong Ekonomi Kerakyatan Bergeliat, BRI Salurkan KUR Rp114,28 Triliun kepada 2,5 juta Debitur UMKM Hingga Agustus 2025
Hadirkan “Creator Fest 2025”, BRI Siapkan Wadah Kreativitas Masyarakat
Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Pesta Rakyat BRI Semarakkan HUT RI di Monas, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan
Strategi MTN Mengurangi Saham DEWA di Tengah Laba Perusahaan Meroket
Aksi Jual Saham Premium Hillcon Equity, Sinyal Strategi atau Sekadar Realisasi Cuan?
Remala Abadi dan Sinyal Kuat Konsolidasi, Pasar Tunggu Manuver Berikutnya

Berita Terkait

Kamis, 18 September 2025 - 11:45 WIB

Didukung Fundamental Kuat dan Berbagai Katalis Positif, Investor Global Naikkan Target Price BBRI

Kamis, 18 September 2025 - 09:35 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan Bergeliat, BRI Salurkan KUR Rp114,28 Triliun kepada 2,5 juta Debitur UMKM Hingga Agustus 2025

Rabu, 17 September 2025 - 15:06 WIB

Hadirkan “Creator Fest 2025”, BRI Siapkan Wadah Kreativitas Masyarakat

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Senin, 18 Agustus 2025 - 09:50 WIB

Pesta Rakyat BRI Semarakkan HUT RI di Monas, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

PARA PEMIMPIN TEKNOLOGI GLOBAL LUNCURKAN TRUSTED TECH ALLIANCE

Minggu, 15 Feb 2026 - 03:15 WIB