WAHANA Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana rights issue pada kuartal IV 2025, memicu spekulasi di lantai bursa.
Perusahaan distribusi dan produsen cokelat premium ini disebut tengah menjajaki akuisisi pabrikan lokal, untuk memperkuat kapasitas produksi dan distribusi nasional.
Beberapa analis melihat aksi korporasi ini berpotensi menaikkan valuasi saham COCO, di tengah tren naik konsumsi cokelat premium di Indonesia.
Direktur Utama COCO, Raymond Kustanto, mengatakan perusahaan fokus “mengamankan bahan baku kakao dan memperluas penetrasi ritel modern”.
Strategi rights issue dengan penerbitan saham baru dinilai sebagai sinyal komitmen ekspansi agresif tanpa membebani struktur utang jangka panjang.
Strategi Bisnis Agresif Dan Rencana Ekspansi Pasar Premium Domestik
Wahana Interfood jarang diketahui publik memiliki jaringan distribusi eksklusif ke hotel, restoran, dan kafe premium di kota-kota besar di Indonesia.
Baca Juga:
Kiprah GBA Selama 10 Tahun Terakhir: Persatuan, Pertumbuhan, dan Peluang Tanpa Batas
Haier Biomedical Gelar European Partner Summit di Roma, Memperkuat Strategi “In Europe, for Europe”
Perusahaan juga tengah mengeksplorasi peluang ekspor ke Asia Tenggara dengan memperkuat merek Schoko, untuk menyasar konsumen kelas menengah ke atas.
Selain ekspansi organik, emiten ini membuka peluang merger & acquisition untuk mengamankan sumber bahan baku kakao domestik.
Pasar cokelat premium di Indonesia tumbuh rata-rata 6,7% per tahun (data Euromonitor), dengan pangsa pasar COCO diperkirakan sekitar 8% pada 2024.
Pesaing utama di segmen ini antara lain PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Delfi Limited (SGX: P34), namun COCO unggul di segmen distribusi Horeka.
Baca Juga:
Pan Pacific Hotels Group Memperkuat Tim Eksekutif untuk Mendukung Fase Pertumbuhan Berikutnya
Pemegang Saham Pengendali Dengan Jejak Panjang Di Industri Kakao
Wahana Interfood dikendalikan oleh keluarga Kustanto, yang telah lebih dari tiga dekade berkecimpung di industri kakao Indonesia.
Melalui PT Wahana Kreasi Boga, keluarga ini menggenggam sekitar 52% saham COCO pasca IPO 2018, sementara publik memegang sisanya.
Raymond Kustanto sendiri dikenal sebagai figur yang fokus pada kualitas premium dan perluasan merek lokal berbasis kakao Tiongkok dan Indonesia.
Kepemilikan terpusat ini memberi perusahaan kelincahan dalam pengambilan keputusan strategis yang cepat di pasar yang dinamis.
Keluarga Kustanto juga tercatat memiliki kepemilikan minoritas di beberapa entitas distribusi bahan makanan impor lainnya di Indonesia.
Laporan Keuangan Terbaru Tunjukkan Margin Stabil Dan Neraca Sehat
Per semester I 2025, COCO membukukan penjualan Rp 415 miliar, naik 12,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bersih Rp 36,5 miliar.
Baca Juga:
Yang Chaobin dari Huawei: Membangun Dunia Cerdas yang Lebih Baik dengan 5G-A dan U6GHz
Bota Luncurkan SAION AI — Platform “Physical AI” untuk Biomanufaktur
Margin kotor stabil di kisaran 31%, dengan total aset per Juni 2025 mencapai Rp 612 miliar, ekuitas Rp 420 miliar, dan rasio utang terhadap ekuitas hanya 0,46x.
Laporan tahunan 2024 menunjukkan komitmen pada keberlanjutan melalui program Sustainable Cocoa Initiative untuk mendukung petani lokal.
Laporan keberlanjutan terbaru (2024) mengungkap target mengurangi jejak karbon distribusi sebesar 15% pada 2027.
Peningkatan kas setara kas menjadi Rp 87 miliar pasca semester I 2025 dinilai cukup untuk menopang ekspansi jangka pendek tanpa tekanan likuiditas.
Sejarah Panjang Dan Produk Ikonik Di Segmen Cokelat Premium
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk resmi berdiri pada 19 Maret 1997 dan melantai di BEI pada 5 Juli 2018 dengan kode saham COCO.
Emiten ini fokus pada bidang distribusi, impor, dan produksi cokelat premium untuk ritel modern, Horeka, dan konsumen akhir.
Produk ikonik COCO meliputi merek Schoko, Belgian Delights, dan distribusi merek Tiongkok tertentu untuk pasar lokal.
Kantor pusatnya berlokasi di Jakarta Barat dengan fasilitas distribusi strategis di Surabaya, Medan, dan Bandung.
Fokus emiten ini pada produk premium memungkinkan diferensiasi yang jelas dari merek-merek mass market yang sudah mapan.
Daftar 15 Pemegang Saham Terbesar Wahana Interfood Nusantara Tbk
1. PT Wahana Kreasi Boga – 52,03%
2. Raymond Kustanto – 11,24%
3. Caroline Kustanto – 6,37%
4. Indra Kustanto – 4,89%
5. PT Ciptadana Sekuritas Asia – 3,21%
6. PT Danareksa Sekuritas – 2,86%
7. PT Sinarmas Sekuritas – 2,12%
8. Morgan Stanley Singapore Pte – 1,67%
9. UBS AG London – 1,45%
10. PT Valbury Sekuritas Indonesia – 1,39%
11. Public Investor (retail) – 1,23%
12. HSBC (Hong Kong) Nominees Ltd – 1,02%
13. JP Morgan Chase Bank NA – 0,97%
14. PT Mandiri Sekuritas – 0,88%
15. Bank of Singapore Ltd – 0,78%.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center
















