![]() |
Menurut analisis ekonomi yang ditinjau rekan sejawat, strategi tes gabungan ESR + CRP mengurangi kesalahan diagnosis dan menghasilkan penghematan biaya bersih dibandingkan CRP saja
SMITHFIELD, R.I., 25 Maret 2026 /PRNewswire/ —
Pertanyaan Senilai $9,95 Juta: Apakah ESR Perlu Dipertahankan?
Sebuah penelitian baru yang disponsori oleh ALCOR Scientific dan ditinjau rekan sejawat yang diterbitkan di ClinicoEconomics and Outcomes Research menyajikan alasan ekonomi yang kuat untuk mempertahankan tes Laju Sedimentasi Eritrosit (ESR) bersama Protein C-Reaktif (CRP) untuk menangani pasien yang mengalami inflamasi – dan secara langsung menentang seruan meniadakan ESR dengan alasan menghemat biaya.
Menurut penelitian ini, menggabungkan ESR dan CRP mengurangi kesalahan diagnosis dan menghasilkan penghematan biaya bersih yang substansial dibandingkan CRP saja.
Untuk pusat medis akademik representatif dengan kapasitas 739 tempat tidur di Amerika Serikat, analisis ini memperkirakan penghematan biaya bersih tahunan sebesar $9,95 juta karena mengurangi biaya tindak lanjut akibat kesalahan diagnosis – terutama karena mencegah pemeriksaan yang tidak perlu akibat hasil positif palsu terkait CRP.
Tes ESR Berbeda Dengan CRP
Para pengkritik tes gabungan ini berpendapat bahwa ESR dan CRP saling tumpang tindih. Penelitian tersebut menentang asumsi ini secara langsung.
"Kinetika CRP dan ESR pada dasarnya berbeda," kata para penulis. CRP meningkat dengan cepat dalam beberapa jam setelah inflamasi akut dan berangsur normal dalam beberapa hari. Sebaliknya, ESR meningkat lebih lambat selama 24-48 jam dan tetap tinggi lebih lama, sehingga sangat penting untuk mendeteksi kondisi inflamasi kronis dan sub akut seperti polimialgia reumatika, arteritis sel raksasa, lupus, dan keganasan tertentu.
Karena berbedaan biologis, berarti kedua tes ini memberikan informasi klinis yang saling melengkapi, bukan tumpang tindih. Ketika diinterpretasikan dengan benar, menggunakan kedua tes ini akan meningkatkan keakuratan diagnostik dengan cara yang tidak dapat ditiru oleh satu tes saja.
Mengapa Penelitian Ini Penting
Temuan ini diperoleh di saat yang sangat penting dalam perawatan berbasis nilai. Inisiatif sebelumnya, "Memilih dengan Bijak", menekan rumah sakit untuk mengurangi tes laboratorium yang "tumpang tindih", dan ESR sering dijadikan sasaran. Inisiatif ini dimulai ketika tes ESR masih bersifat manual – belum sepenuhnya otomatis seperti sekarang – dan ketika bukti mengenai dampak finansial terhadap sistem kesehatan masih minim.
Biaya pemeriksaan ESR otomatis di AS hanya ditanggung sebesar $2,70 per tes – lebih murah dari harga secangkir kopi – dan tes yang sepenuhnya otomatis tidak lagi membebani laboratorium klinis dengan waktu kerja manual. Investasi tambahan yang dibutuhkan sangat minimal jika dites bersama CRP. Keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar, yakni pencegahan kesalahan diagnosis dan biaya tindak lanjut yang ditimbulkannya. Biaya tes laboratorium biasanya jauh lebih murah dibanding penggantian biaya, sehingga semakin memperkuat penghematan biaya ESR.
"Alat analisis ESR modern sangat cepat, otomatis, dan tidak mahal," kata para penulis. "Alasan sebelumnya bahwa ESR membebani sumber daya laboratorium sudah tidak berlaku. Pertanyaannya, apakah nilai diagnostiknya sesuai dengan biayanya. Untuk strategi ESR + CRP, tentu saja jawabannya ‘ya’."
Desain dan Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini menggunakan model ekonomi pohon keputusan yang mensimulasikan kelompok berisi 100 pasien dan dievaluasi menurut perspektif pembayar sistem perawatan kesehatan di AS. Delapan penyakit dianalisis: artritis reumatoid, penyakit radang usus, infeksi sendi periprostetik, arteritis sel raksasa, pankreatitis, infeksi, gangguan autoimun, dan kanker.
Data sensitivitas dan spesifisitas diambil dari literatur klinis yang dipublikasikan. Biayanya berasal dari tarif penggantian biaya oleh Centers for Medicare & Medicaid Services (ESR: $2,70; CRP: $5,18). Biaya tindak lanjut untuk kesalahan diagnosis berasal dari pedoman klinis AS dan divalidasi oleh dokter.
Hasilnya tetap kuat di seluruh analisis skenario dengan berbagai biaya tes, biaya tindak lanjut, dan parameter keakuratan diagnostik.
Poin penting
Ternyata mengurangi tes ESR untuk menghemat uang mengakibatkan hal sebaliknya. Menggunakan ESR dan CRP secara bersamaan akan mengurangi kesalahan diagnosis dan menghemat biaya tindak lanjut. ESR cepat, otomatis, dan murah. Alasan untuk meniadakannya tidak dapat diterima ketika biaya terhadap keseluruhan sistem kesehatan dievaluasi.
Jika tes ESR dan CRP secara bersamaan – yakni dua penanda inflamasi yang sepenuhnya otomatis dan murah – membantu mengurangi kesalahan diagnosis, mengapa tetap mendesak mengurangi tes ESR? Dampak nyata dari tes ESR dan CRP secara bersamaan bergantung pada institusi, penyakit, populasi pasien, prevalensi penyakit, dan sebagainya. Namun sangat masuk akal bila mempertahankan tes yang telah teruji waktu, bernilai klinis, dan pembayar hanya perlu mengeluarkan $2,70 untuk membantu mencegah tes lanjutan yang tidak perlu.
Tentang Penelitian Ini
Kutipan: Yarnoff B, Morris W, Zivaripiran H, McCutcheon M, Koshy T. "Economic Evaluation of Combined Testing Strategies Using Erythrocyte Sedimentation Rate and C-Reactive Protein Tests." ClinicoEconomics and Outcomes Research. 2026;18:578961. DOI: 10.2147/CEOR.S578961
Pendanaan: Penelitian ini disponsori oleh ALCOR Scientific LLC.
Kontak Media
Lexa Sullivan, ALCOR Scientific
Email: lsullivan@alcorscientific.com
Penelitian lengkap tersedia secara terbuka di https://doi.org/10.2147/CEOR.S578961
Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2936605/ESR_and_CRP_complementary.jpg?p=medium600
Logo – https://mma.prnasia.com/media2/2936604/ALCOR_Scientific_Logo.jpg?p=medium600












