Sapuan Kuas Bernilai Miliaran Dolar: Platform Seni Milik Pengacara Memperoleh Komitmen Lelang Karya Seni Senilai Lebih dari US$1 Miliar dalam Satu Bulan Pertama, Siap Tumbuh Pesat

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Januari 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mr. Cassin examines the sculptural depth of F.N. Souza’s impasto of a vibrant cityscape, where every line and heavy stroke affirms the artist’s status as India’s Picasso.

Mr. Cassin examines the sculptural depth of F.N. Souza’s impasto of a vibrant cityscape, where every line and heavy stroke affirms the artist’s status as India’s Picasso.

DUBAI, Uni Emirat Arab, SYDNEY dan NEW DELHI, 26 Januari 2026 /PRNewswire/ — Visi besar dari seorang pengacara yang berspesialisasi di industri hiburan dan seni kreatif untuk menghadirkan platform lelang seni daring (online art auction) kini mulai terwujud. Lloyds Auctions, resmi diluncurkan pada 1 Januari 2026, telah memperoleh komitmen lelang karya seni (art listing) senilai lebih dari US$1 miliar—termasuk lebih dari 3.000 karya—hanya dalam beberapa minggu pertama. Dengan pencapaian ini,  platform ini menjadi salah satu platform art-tech dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.

Mr. Cassin examines the sculptural depth of F.N. Souza’s impasto of a vibrant cityscape, where every line and heavy stroke affirms the artist’s status as India’s Picasso.
Mr. Cassin examines the sculptural depth of F.N. Souza’s impasto of a vibrant cityscape, where every line and heavy stroke affirms the artist’s status as India’s Picasso.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama lebih dari satu dekade, Giuseppe Cassin terlibat dalam transaksi jutaan dolar untuk sineas, seniman, sutradara, dan kolektor. Merasa frustrasi dengan sistem pasar seni yang ketinggalan zaman—biaya mahal, metode penjualan yang hanya terbatas untuk undangan, serta isu integritas—ia mengembangkan sebuah terobosan: platform digital yang menghadirkan ekosistem karya seni asli dengan pendekatan modern, layaknya Uber yang telah merombak layanan taksi.

Platform ini menghubungkan pihak penjual secara langsung dengan audiens global melalui proses autentikasi yang ketat, kurasi bermutu tinggi, struktur biaya yang transparan, serta mekanisme penawaran seketika (real-time) yang terbuka bagi siapa saja, di mana saja. "Kami memberikan akses yang setara untuk setiap seniman, kolektor, dan penjual—sebelumnya, akses ini hanya dinikmati segelintir pihak," ujar Giuseppe Cassin, Founder, Lloyds Creative Arts.

Cassin mempresentasikan konsep ini kepada investor dan memperoleh dukungan kuat dari rumah lelang daring terkemuka, Lloyds Auctions. Setelah resmi diluncurkan pada 1 Januari 2026, Lloyds Auctions menggelar lelang daring perdana mulai pertengahan Januari. Lelang perdana tersebut menampilkan koleksi unggulan dari 30 Maestro Asia Tenggara, termasuk karya dari MF Husain, FN Souza, Manjit Bawa, dan Vasudeo S. Gaitonde, dengan nilai lelang yang diperkirakan mencapai hingga puluhan juta dolar. Respons pasar pun cepat dan positif: banyak penjual dan kolektor menaruh minatnya.

Dalam beberapa minggu pertama setelah beroperasi, platform ini telah meraih komitmen art listings senilai lebih dari US$1 miliar, termasuk dari maestro papan atas hingga talenta baru. "Kami ingin mewujudkan dunia seni yang mudah diakses oleh semua orang dengan metode yang aman dan tidak mengintimidasi," lanjut Cassin. "Setiap karya seni diverifikasi secara ketat dan diautentikasi secara independen—termasuk oleh pakar yang dipilih pihak pembeli—sehingga penawar dan pembeli memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, terutama untuk karya maestro dan kategori karya seni yang bernilai sangat tinggi. Di saat yang sama, seniman pendatang baru tampil di panggung global dan memperoleh masukan secara langsung dari pasar." 

Pertumbuhan pesat ini menarik perhatian investor dan pelaku industri yang kini menganggap status unicorn (valuasi lebih dari US$1 miliar) sebagai target realistis berikutnya. Jika tercapai, platform ini akan menjadi salah satu platform dengan pertumbuhan tercepat sejak Canva.

Platform ini menerima karya dari seniman dan kolektor baru setiap hari dengan lelang-lelang baru yang diluncurkan secara berkala.

Anda dapat berkunjung ke platform ini dan melihat lelang yang tengah berlangsung: lloydsauctions.com/art 

Tentang:
Diluncurkan pada 1 Januari 2026 dengan investasi besar dari rumah lelang daring terkemuka Lloyds Auctions, platform ini merupakan pasar digital berskala global untuk seni murni. Platform ini memadukan kurasi oleh ahli seni, autentikasi tertulis dan independen dengan standar ketat, serta antarmuka intuitif yang menghadirkan pengalaman jual-beli karya seni yang mudah, transparan, dan dapat diakses oleh semua pihak.

 

 

V. S. Gaitonde’s rare abstract masterpiece invites a state of profound meditation, where layered surfaces and silent tonal shifts transcend visual art to become an experience of pure inner stillness.
V. S. Gaitonde’s rare abstract masterpiece invites a state of profound meditation, where layered surfaces and silent tonal shifts transcend visual art to become an experience of pure inner stillness.

F.N. Souza’s architectural cityscape channels raw, brooding intensity through sharp angles and visceral textures, transforming a medieval-inspired vista into a powerful psychological landscape.
F.N. Souza’s architectural cityscape channels raw, brooding intensity through sharp angles and visceral textures, transforming a medieval-inspired vista into a powerful psychological landscape.

M.F. Husain, Horses (2006), Acrylic on Canvas, 97 x 60 in; a monumental composition of bold, angular forms and striking colors capturing the raw power of horses charging beyond the frame.
M.F. Husain, Horses (2006), Acrylic on Canvas, 97 x 60 in; a monumental composition of bold, angular forms and striking colors capturing the raw power of horses charging beyond the frame.

Manjit Bawa’s 1998 masterpiece from his Krishna series, captures a meditative harmony through its iconic ochre backdrop and sculptural simplicity.
Manjit Bawa’s 1998 masterpiece from his Krishna series, captures a meditative harmony through its iconic ochre backdrop and sculptural simplicity.

Berita Terkait

Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026
Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif di 16 Kota Tuan Rumah
nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya
Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global
Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei
Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok
Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.
Peningkatan Strategis Merek GENMA Berbuah Hasil Positif, Raih Sejumlah Kontrak Besar dan Pengakuan Global atas Teknologi Otomasi

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:05 WIB

Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIB

Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif di 16 Kota Tuan Rumah

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:36 WIB

nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:37 WIB

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

Berita Terbaru