ZTE Tercantum dalam “CDP Climate A List” Selama Tiga Tahun Berturut-turut, Berada di Peringkat 4% Teratas di Dunia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

SHENZHEN, Tiongkok, 15 Januari 2026 /PRNewswire/ — ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), perusahaan terkemuka di dunia yang menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terintegrasi, kembali meraih skor "A" dari CDP untuk perubahan iklim, serta menempati peringkat 4% teratas secara global.

ZTE Tercantum dalam "CDP Climate A List" Selama Tiga Tahun Berturut-turut, Berada di Peringkat 4% Teratas di Dunia
ZTE Tercantum dalam "CDP Climate A List" Selama Tiga Tahun Berturut-turut, Berada di Peringkat 4% Teratas di Dunia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ZTE telah meraih peringkat tertinggi dari CDP selama tiga tahun berturut-turut. ZTE bahkan menjadi satu-satunya perusahaan di Tiongkok Daratan yang sukses mencatat pencapaian tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan pengakuan global terhadap tata kelola lingkungan hidup dan aksi iklim ZTE, namun juga menegaskan kepemimpinan ZTE sebagai pelopor industri yang mempercepat transisi global menuju ekonomi rendah karbon.

CDP merupakan platform terkemuka di dunia yang menyajikan informasi perusahaan tentang tata kelola lingkungan hidup. CDP telah mengembangkan sistem penilaian yang diakui secara global guna mengukur perkembangan perusahaan dalam aksi iklim, transparansi, dan kinerja menyeluruh. Skor CDP banyak digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi dan pengadaan barang. Pada 2025, lebih dari 22.100 perusahaan di seluruh dunia—mencerminkan lebih dari setengah kapitalisasi pasar global—mengungkapkan data tentang perubahan iklim, kehutanan, dan ketahanan air melalui CDP. Perolehan skor tertinggi "A" membuktikan bahwa sebuah perusahaan berada di peringkat 4% teratas di dunia dalam hal tata kelola iklim, penetapan target iklim, efektivitas aksi iklim, dan kemampuan manajemen risiko.

ZTE telah mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan rendah karbon dalam strategi pengembangan bisnis, serta membangun "jalur digital hijau" melalui empat pilar utama, yaitu Aktivitas Operasional Hijau, Rantai Pasok Hijau, Infrastruktur Digital Hijau, dan Pemberdayaan Hijau, guna membantu berbagai industri mempercepat transformasi hijau.

Untuk Aktivitas Operasional Hijau, ZTE menerapkan berbagai inisiatif penghematan energi dan pengurangan emisi sehingga penghematan listrik absolut tercatat sebesar 45 juta kWh. ZTE juga mencapai penurunan emisi Lingkup 1 dan Lingkup 2 sebesar 13,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Produk telekomunikasi ZTE mencatat penurunan intensitas emisi fisik sebesar 8,39% pada tahap penggunaan dan pemeliharaan, sedangkan produk terminal ZTE mencapai penurunan emisi absolut sebesar 5,02% secara tahunan sepanjang siklus penggunaan produk. Pada 2024, ZTE berhasil mengurangi emisi karbon Lingkup 1, 2, dan 3 sebesar 14,317 juta ton dibandingkan emisi pada 2023.

Untuk Rantai Pasok Hijau, ZTE telah mengintegrasikan standar strategi inovasi hijau dalam sistem TI manajemen pemasok, termasuk penandatanganan perjanjian, audit lapangan, dan penilaian kinerja. Hingga saat ini, ZTE telah melakukan audit Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di lokasi terhadap lebih dari 450 pemasok produksi, memandu 152 pemasok untuk menyelesaikan inventarisasi karbon pada level organisasi, serta membantu 51 pemasok menetapkan target dan langkah penurunan karbon.

Untuk Infrastruktur Digital Hijau, ZTE saat ini memiliki lebih dari 800 hak paten hijau. ZTE telah melakukan penilaian jejak karbon terhadap 240 produk yang mencakup seluruh kategori produknya. Melalui solusi hijau terpadu, ZTE terus membantu pihak operator global menghemat lebih dari 10 miliar kWh listrik setiap tahun.

Untuk Pemberdayaan Hijau, ZTE mengintegrasikan infrastruktur komputasi awan dan jaringan, IoT, big data, AI, serta teknologi mutakhir lain dengan industri konvensional guna menyeimbangkan pertumbuhan dan penurunan emisi. ZTE telah bermitra dengan lebih dari 2.000 pelaku industri terkemuka untuk mengembangkan praktik hijau inovatif berbasiskan 5G di 18 sektor, termasuk baja, metalurgi, manufaktur elektronik, pelabuhan, transportasi rel, pertambangan, dan kelistrikan, serta merintis lebih dari 100 skenario aplikasi inovatif.

Komitmen jangka panjang ZTE terhadap pembangunan berkelanjutan terus mendapatkan pengakuan. ZTE telah memperoleh persetujuan resmi dari Science-Based Targets initiative (SBTi) untuk target jangka pendek 1,5°C serta target jangka panjang net-zero. Selain itu, ZTE juga menerima Medali Emas dari EcoVadis sehingga tercantum dalam jajaran 4% peringkat teratas secara global.

Sebagai anggota UN Global Compact, Global eSustainability Initiative, dan COP29 Green Digital Initiative, ZTE akan terus berperan sebagai "Penggerak Ekonomi Digital", bekerja sama dengan mitra dan pelanggan global untuk bergerak menuju masa depan yang hijau dan cerdas, serta berkontribusi nyata terhadap perubahan iklim global dan membangun dunia yang berkelanjutan dan lebih cerah.

NARAHUBUNG MEDIA:
ZTE Corporation
Communications
Surel: ZTE.press.release@zte.com.cn 

 

Berita Terkait

Waaree Renewable Technologies Limited Tandatangani Perjanjian ECI Untuk Memasuki Pasar Energi Terbarukan di Australia dan Selandia Baru
Pertanian Modern Bertransformasi Menjadi Industri Berteknologi Tinggi: Chairman, Wens Foodstuff Group
Bambu Lab A2L Kini Hadir di Indonesia: Printer 3D Format Besar yang Mudah Digunakan
Mitrade Perpanjang Kerja Sama Sponsor dengan AFA hingga 2027, Seiring Tingginya Antusiasme Piala Dunia di Asia
Osome Bidik Gelombang Baru Perusahaan AI yang Memilih Singapura sebagai Basis Regional
Lianlian DigiTech dan UnionPay International Kembangkan Solusi Pembayaran Berbasis Agen AI untuk Proses Pengadaan Barang dan Jasa Global
Shanghai Electric Tampilkan Robot Berbasis “Embodied Intelligence” dan Solusi Pabrik Cerdas “AI-Native” di WAIC 2026
Weichai Lansir Lima Jalur Pengembangan Teknologi secara Global: Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau dan Cerdas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:00 WIB

Waaree Renewable Technologies Limited Tandatangani Perjanjian ECI Untuk Memasuki Pasar Energi Terbarukan di Australia dan Selandia Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:58 WIB

Pertanian Modern Bertransformasi Menjadi Industri Berteknologi Tinggi: Chairman, Wens Foodstuff Group

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:00 WIB

Bambu Lab A2L Kini Hadir di Indonesia: Printer 3D Format Besar yang Mudah Digunakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:00 WIB

Mitrade Perpanjang Kerja Sama Sponsor dengan AFA hingga 2027, Seiring Tingginya Antusiasme Piala Dunia di Asia

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

Osome Bidik Gelombang Baru Perusahaan AI yang Memilih Singapura sebagai Basis Regional

Berita Terbaru