HONG KONG, 6 Maret 2026 /PRNewswire/ — Konferensi dan Pameran Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2026 berlangsung di Hong Kong pada 23–27 Februari 2026. The Chinese University of Hong Kong (CUHK) menjadi tuan rumah utama di ajang ini, sedangkan tujuh universitas lain yang didanai University Grants Committee (UGC) turut mendukung sebagai tuan rumah bersama. Dengan dukungan Pemerintah Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR), UGC, dan Hong Kong Tourism Board, ajang ini menarik kehadiran lebih dari 3.500 peserta dan 600 peserta pameran dari 72 negara dan wilayah, angka tertinggi sepanjang sejarah konferensi tersebut.
Mengusung tema "Asia-Pacific Partnerships for the Global Good", APAIE 2026 menyoroti peran Hong Kong sebagai pusat internasional untuk pendidikan tinggi dan kolaborasi akademik.
CUHK sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah Konferensi APAIE pada 2013. Sebagai salah satu konferensi pendidikan internasional terbesar di dunia, ajang yang digelar pada 2026 ini menawarkan platform bagi universitas dan institusi pendidikan untuk memperkuat kemitraan, serta menjajaki peluang kerja sama di Asia Pasifik.
Menurut Professor Dennis Lo Yuk-ming, Vice-Chancellor & President, CUHK, sektor pendidikan tinggi di Hong Kong memiliki kemampuan riset yang kuat, fasilitas kelas dunia, serta lingkungan akademik yang semakin mendunia.
Pada awal konferensi, Kementerian Pendidikan Pemerintah HKSAR juga resmi meluncurkan "Study in Hong Kong Week" yang memperkenalkan Hong Kong sebagai destinasi studi unggulan bagi mahasiswa dari seluruh dunia.
Hong Kong memiliki lima universitas yang tercantum dalam daftar 100 universitas terbaik dunia, membuktikan status Hong Kong sebagai salah satu konsentrasi institusi pendidikan kelas dunia tertinggi secara global.
Dr. Choi Yuk-lin, Menteri Pendidikan Pemerintah HKSAR, mengatakan, Hong Kong berperan sebagai "super-connector" dalam jaringan pendidikan global, dengan lingkungan akademik yang sangat internasional dan beragam.
"Bagi mahasiswa dari seluruh dunia, belajar di Hong Kong berarti mendapatkan akses ke universitas terkemuka sekaligus kesempatan mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan," ujar Dr. Choi.
Profesor Venky Shankararaman, President, APAIE, menambahkan, konektivitas internasional, infrastruktur yang maju, serta keberagaman budaya menjadikan Hong Kong gerbang ideal yang menghubungkan Asia dengan dunia.
"Lingkungan yang terbuka dan global menyediakan peluang menarik untuk mengembangkan talenta global, serta mendorong inovasi melalui kolaborasi akademik lintasnegara," katanya.
Profesor Shankararaman juga menekankan, kerja sama regional yang lebih erat dalam bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kemitraan riset yang lebih kuat akan turut memperlancar arus pengetahuan dan talenta lintasnegara, sekaligus mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ini.








